Senin, 25 April 2016

Pedangdut tewas digigit ular, pawang ular dan suami diperiksa polisi

Berkaitan masalah kematian biduan Dangdut sekalian penari ular, Irma Bule. Akibat gigitan ular King Kobra. Kepolisian Resor Karawang, Jawa Barat. mengecek seseorang pawang ular. " Telah terdapat banyak saksi yang disuruhi info, termasuk juga pawang ular berinisial BG (40) serta asistennya DK (30), " kata Kasatreskrim Polres Karawang, AKP Doni Satria Wicaksono. Rabu (6/4). Diluar itu, Polisi juga memanggil suami Irma Bule Andri, serta warga yang mengadakan hajatan, dan rekan sesama penyanyi dangdut waktu satu panggung berbarengan korban di acara hajatan Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Karawang. Disebutkan Doni, dalam mengatasi masalah wafatnya penyanyi dangdut akibat digigit ular itu, pihaknya merujuk pasal 359 KUHP mengenai kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

 " Kami masihlah mencari tahu dari beberapa saksi, adakah bukti aksi kelalaian atau tak dalam masalah kematian Irmawati, " tutur Doni. Berdasar pada kontrol sesaat, pawang ular itu disuruh untuk meminjami ular oleh korban atau Irma Bule. Argumennya, lantaran korban bakal " manggung " di satu acara hajatan. Waktu korban bernyanyi sembari menari berbarengan ular yang bernama Riani. pada tampilan pertama, ular type king kobra itu masihlah jinak. Di waktu tampilan ke-2, korban digigit ular yang di ajak menari sembari bernyanyi. Korban dipatuk dibagian paha kanan waktu tengah asik menari berbarengan ular itu. Walau digigit ular, korban masihlah melanjutkan menari serta bernyanyi. Tahu korban digigit ular, sang pawang segera lakukan penyembuhan dengan menyedot luka sisa gigitan ular itu. Pawang ular itu juga melumuri luka korban dengan bubuk cabe serta bawang. " Korban tak sadarkan diri sekitaran 3 jam sesudah digigit ular. Lalu dilarikan ke tempat tinggal sakit, seperti itu info serta pawangnya, " terang Doni.

Minggu, 24 April 2016

Polisi bongkar perdagangan satwa dilindungi untuk bahan kosmetik

Petugas Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jateng sukses membongkar praktek perdagangan satwa dilindungi yang beroperasi di lokasi Cilacap, Jawa Tengah. Beberapa ratus satwa dilindungi beragam type yang telah diawetkan diambil alih dari tangan seseorang tersangka berinisial SG dalam penggerebekan yang dikerjakan awal April 2016 lantas. Direktur Reskrimum Polda Jateng Kombes Edhy Moestofa mengungkap SG sendiri di ketahui telah nyaris 10 th. memperdagangkan satwa-satwa dilindungi berbentuk satwa type Penyu Sisik, Keong Kepala Kambing, Nautilus Berongga, serta Moncong Hiu Sentani. " Pengungkapan ini dimulai ada info dari instansi konservasi satwa dilindungi mengenai ada praktek perdagangan satwa dilindungi di satu toko di Cilacap, " tegasnya di Markas Ditreskrimsus Polda Jateng di Lokasi Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah Kamis (7/4) siang tadi. Sesudah dikerjakan penyidikan, Edhy memaparkan bila satwa-satwa naas itu di ketahui bakal jadikan suvenir serta dipakai untuk bahan pembuatan kosmetik. " Penjualannya juga tidak cuma berhenti di Indonesia, tetapi sampai mancanegara terutama lokasi Asia sisi timur, " katanya. Sampai sekarang ini, Polda Jateng masihlah selalu memahami masalah perdagangan satwa dilindungi itu. Termasuk juga mencari pengepul paling utama satwa-satwa itu.

" Jadi satwa-satwa itu bakal jadikan suvenir serta bahan kosmetik. Satwa-satwa itu juga datang dari orang-orang juga. Ini yang masihlah kami dalami, " katanya. Akibat tindakannya, pelaku SG dijerat oleh Polda Jateng dengan pasal 21 ayat 2 subsider pasal 40 ayat 4 UU RI no 5 th. 1990 mengenai konservasi sumber daya alam hayati serta ekosistemnya. " Ancaman pidananya 1 th. penjara serta denda sampai Rp 50 juta, " pungkas Edhy.

Sabtu, 23 April 2016

PT BUM bantah ada penutupan pabrik oleh warga

PT Bangkit Giat Usaha Mandiri menyanggah ada penutupan pabrik oleh warga dari enam desa di Kecamatan Antang Kalang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah pada Selasa, 5 April lantas.

Jumat, 22 April 2016

Ini reaksi Marwan Jafar soal isu PDIP incar kursi Mendes

Kursi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Ketinggalan serta Transmigrasi (PDT) Marwan Jafar beritanya banyak yang mengincar. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bahkan juga berang dengan manuver Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang dimaksud menginginkan melengserkan Marwan. " Kan partai yang bicara (banyak yang mengincar), itu Partai yang menilainya, pasti mereka mempunyai penilaian sendiri. Gw kan, telah tak aktif dalam kepengurusan.

 Ya, telah, " kata Marwan di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4). Menteri Marwan juga meremehkan gosip reshuffle kabinet. Marwan mengakui cuma konsentrasi pada kerja sebagai menteri. " Siapa yang terganggu? Kami masihlah bekerja sedemikian rupa begini, " ucapnya. Berkaitan gosip yang berkembang kalau ada kenyataan penyimpangan pada pendampingan dana desa, Marwan menyikapi dengan enjoy.


 " Yang mengadu kalau ada penyimpangan dana desa itu kan dimobilisasi, " katanya. Untuk di ketahui, sebagian minggu lantas beberapa ratus warga Jawa Barat mengadakan tindakan di depan Istana Negara. Mereka menekan Presiden Jokowi mencopot Menteri Marwan karena tak transparan pada kucuran dana desa. Menteri Marwan juga dituding tak transparan berkaitan rekrutmen pendampingan desa. Sesudah dikilas balik, nyatanya tindakan beberapa ratus warga itu atas arahan PDIP. Hal semacam ini di ketahui sesudah koordinator lapangan tindakan demonstrasi memaparkan pertemuan dengan tokoh PDIP sebelumnya beraksi.

Kamis, 21 April 2016

Sulitnya tangkap La Nyalla sampai gandeng Singapura

Tersangka masalah sangkaan korupsi dana hibah di Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Jawa Timur, La Nyalla Mattaliti masihlah selalu diburu. Di ketahui La Nyalla kabur ke luar negeri. Dia sekian kali mangkir dari panggilan penyidik. Bahkan juga, dia juga tidak hadir dari sidang praperadilan penetapan tersangka terhadapnya. La Nyalla hingga sekarang ini belum juga dijemput paksa.

Walau sebenarnya, La Nyalla telah beritanya ada di Singapura. " Memanglah benar, belum lama ini tersangka terlacak dari transaksi kartu credit yang digunakannya. Waktu itu lakukan transaksi di Singapura, " kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Romy Arizyanto, Selasa lantas.

Rabu, 20 April 2016

Menhan sebut Abu Sayyaf yang sandera 10 WNI kelompok kurang makan

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyampaikan, grup yang menyandera 10 Warga Negara Indonesia (WNI) adalah grup yang kekurangan makanan. Hal semacam itu dikarenakan grup Abu Sayyaf memohon tebusan sebesar 50 Juta Peso atau setara dengan Rp 14, 3 miliar. " Grup Abu Sayyaf itu bukanlah satu, dia bertebaran. Grup, grup serta grup. Lalu grup yang disana, grup yang kering, yang kurang makan, itu permasalahan perut lah kurang lebih demikian, " tutur Ryamizard di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).

Seperti yang sudah di sampaikan terlebih dulu, pemerintah telah mempersiapkan uang tebusan sesuai sama keinginan grup Abu Sayyaf mengingat tenggat saat penyerahan duit tebusan itu jatuh pada Jumat (8/4) besok. " Ya kan, masihlah besok (tenggat saat duit tebusan). Kelak malam tak tahu mungkin saja diundur lagi (tenggat waktunya) bakal kami dengarkan. Namun masihlah step negosiasi. Negosiasi itu kan, dapat mundur-mundur ya.

 Jadi gw berharap negosiasi itu bagus, " papar dia. Meski uang tebusan telah disediakan, Menhan menyatakan, uang itu bukanlah punya negara. Dia tak menerangkan dengan cara detil, dari tempat mana sumber duit yang disiapkan pemerintah untuk menebus 10 WNI yang disandera. " Pokoknya yang pasti bukanlah duit negara, " selesainya. Selama ini, pemerintah tengah lakukan sistem negosiasi dengan pihak Filipina. " Saat ini kami tengah ada pada step diplomasi serta negosiasi. Semoga ini yang paling baik ya, " kata Ryamizard. Dikatakannya, pemerintah memperhitungkan meniti jalur militer untuk membebaskan 10 WNI itu. Sistem diplomasi dikira langkah bijak yang dikerjakan Indonesia. " Lantaran bila dengan aktivitas militer kan, ada efeknya yang mati kelak. Bila yang mati terorisnya tidak ada permasalahan. Nah, bila yang mati rakyat kita kan, disayangkan. Kita tunggulah saja, " terangnya.

Ulama Aceh temukan kancing motif ayat Alquran

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Aceh Barat, Propinsi Aceh mengamankan bahan motif kancingan pakaian bertuliskan ayat-ayat Alquran lantaran dikira berbuat tidak etis umat Islam. " Kancingan pakaian bermotif tulisan potongan ayat Alquran itu diketemukan pada satu diantara usaha penjahitan keluarga di Desa Beureugang, Kecamatan Kaway XVI, " kata Wakil Ketua MPU Aceh Barat Ustad Ahmad Rifai di Meulaboh, Kamis (7/4). " Ada 20 butir kancingan pakaian kita terima dari penjahit itu serta diakuinya memperoleh bahan dari toko penjualan di Jalan Nasional. Pembuatan motif itu yaitu bentuk pelecehan simbol bisa menodai perasaan umat Islam, " tandasnya. Rifai mengakui sekarang ini tanda bukti itu sudah diserahkan juga pada MPU Aceh untuk ditindak lanjuti, sekurang-kurangnya lakukan usaha mencegah peredaran bahan sekian di beberapa daerah lain. Menurut dia, bukanlah tak sangat mungkin beberapa bahan kancing bertuliskan Alquran telah mengedar di pasar daerah lain karenanya ada temuan di Kabupaten Aceh Barat.

Sebab distributor beberapa bahan motif baju ini bersumber dari satu penyalur diluar Aceh. " Sebagai persoalan yaitu ayat quran yaitu simbol kesucian umat muslim, jadi jika disalah pakai jadi itu adalah satu pelecehan, sama seperti seperti ada temuan terompet yang bahan sampulnya bertuliskan ayat-ayat quran, " papar Rifai. Bila ini dilewatkan, sambung Rifai, bermakna kita sebagai umat Islam tak perduli dengan simbol kesucian, jadi pelecehan sama dengan terompet yang ada kertas bertulis sampul quran. " Inikan telah menodai perasaan umat Islam terlebih daerah kita yang memiliki komitmen melakukan syariat Islam, " tegasnya. Selanjutnya Ahmad Rifai mengimbau pada orang-orang terutama di Aceh yang lihat atau temukan beberapa hal sekian supaya bisa melaporkannya pada MPU supaya bisa diakukan secepat mungkin saja sebelumnya beresiko luas. Dia juga minta pada orang-orang menelusuri kehadiran beberapa bahan bermotif sekian yg tidak tutup peluang juga mengedar di beberapa daerah lain di Aceh. " Kami beranggapan jika ini telah mengedar di Meulaboh, bukanlah mustahil ditempat lain juga telah mengedar, " ujarnya, diambil dari Pada.

Senin, 18 April 2016

Gara-gara ucapan istri anggota DPR genit, Akom dan Fadli berantem

Sebagian istri anggota DPR periode 2014-2019 lakukan Tokyo Tur lewat Persaudaraan Istri Anggota (PIA). Mereka berlibur ke Osaka, Kyoto, Tokyo pada 30 Maret sampai 7 April 2016. Tidak cuma itu, mereka berpose dibawah bunga sakura di Tokyo, sambil membentangkan spanduk serta kenakan pakaian modis, berkesan menginginkan tunjukkan eksistensinya. Dikarenakan hal diatas, Ketua DPR Ade Komarudin serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon berantem. Ini bermula saat Ketua DPR Ade Komarudin menilainya, beberapa istri anggota DPR yang pelesiran ke Tokyo itu genit. Walau sebenarnya, kata Akom atau umum disapa, agenda berlibur itu bukanlah dalam rencana PIA. " Mereka cuma salah, dapat disebut genitlah memakai spanduk PIA. Walau sebenarnya tak dalam rencana PIA, " kata Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4). Meskipun istrinya tidak turut dalam rombongan itu, Akom menyangkal ada pemakaian duit negara untuk memfasilitasi beberapa istri anggota DPR yang lagi pelesiran itu. Walau belum dapat menunjukkan, menurut Ade, mereka memakai dana pribadi. " Tak ada memakai biaya. Kesalahan mereka itu cuma satu saja yakni memakai spanduk PIA.

Walau sebenarnya mereka memakai biaya sendiri, " katanya. Penilaian Akom ini mengundang serta memancing emosi rekannya yang duduk sebagai Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Politisi Gerindra ini mengaku, istrinya Katharine Grace turut dan dalam rombongan beberapa istri anggota dewan ke Tokyo. Menurut Fadli, perjalanan itu dikoordinasi oleh istri sisa Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor. " (Istri gw) turut. Itu dikoordinir oleh istrinya Pak Novanto. Istri (anggota DPR) semuanya partai ada di situ, bila tak salah, " tutur Fadli. Dia mengklaim, pelesiran ke Tokyo itu tak menggunakan sarana negara serta tak minta pertolongan dari kedutaan. Berlibur isteri anggota DPR itu didesain telah lama serta mempunyai tujuan untuk tingkatkan keakraban diantara mereka. Tidak cuma itu, Fadli menolak penjelasan Akom yang menyebutkan perjalanan itu bukanlah agenda Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR. Dia minta Akom untuk melindungi ucapannya serta tidak asal melempar tudingan. " Gw sangka Pak Akom salah di situ. Gw sangka pernyataannya salah. Mesti dikoreksi. Itu memanglah aktivitas dari PIA kok serta gw sangka boleh-boleh saja. Sepanjang tak memakai sarana negara, tak memakai biaya dari mana-mana, " terang Fadli.

Istri Wakil Ketua DPR Fadli Zon, Katharine Grace berang dikira Akom berperilaku genit. Hal itu karena mereka berpenampilan modis berfoto berbarengan dengan membawa spanduk Persaudaraan Istri Anggota (PIA) DPR. " Penggunaan spanduk hanya untuk jadi pemberi tanda serta kenang-kenangan untuk peserta wisata Jepang, dengan memakai pakaian tenun serta dalam pose yang masih tetap dalam batas kewajaran, tak dalam konteks kegenit-genitan, " kata Wakil Ketua PIA DPR itu dalam info tertulisnya, Rabu (6/4). Grace mengaku kalau maksud wisata ke Jepang adalah berlibur semata. Dia sebagai koordinator perjalanan itu. " Untuk memberi keakraban, kekompakan serta kebersamaan Ibu-Ibu PIA DPR RI yang anggotanya datang dari 10 fraksi di DPR RI, " katanya.

Minggu, 17 April 2016

Polisi dalami dugaan penipuan pengelola apartemen Green Bay soal air

Kanit Reskrin Polsek Penjaringan, Kompol Bungin menyebutkan, pihaknya tengah memahami masalah sangkaan penipuan yang dikerjakan pengelola apartemen Green Bay berkaitan tarif pengelolaan air bersih. Terkecuali memanggil saksi, polisi bakal menelusuri tempat pemrosesan yang disangka dari air limbah ke air bersih. " Polisi masihlah lakukan penyelidikan serta bakal memanggil pelapor untuk memohon bukti lain. Kita akan penelusuran ke tempat terlaporkan pemrosesan yang disangka dari air limbah ke air bersih, " tutur Bungin waktu dihubungi merdeka. com, Jakarta, Kamis (7/4). Dengan cara terpisah, perwakilan pengelola Apartemen Green Bay, Chandra menyanggah apabila air yang dipakai beberapa penghuni apartemen yaitu hasil pemrosesan dari air limbah. Pihaknya menyerahkan semuanya sistem hukum yang jalan pada kepolisian. " Ya kita tunggulah saja dari kepolisian. Agar prosesnya jalan.

Tunjukkan saja, " ungkap Chandra. Di ketahui terlebih dulu, beberapa ratus penghuni Apartemen Green Bay Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara bikin petisi untuk melaporkan pengelola apartemen ke polisi. Suhari (52), koordinator penghuni apartemen Green Bay Pluit menyampaikan, awalannya pengelola apartemen memberitahu pada semua penghuni kalau berlangsung penyesuaian mengenai tarif air, yaitu pemrosesan air laut jadi air bersih (SWRO). Tetapi yang berlangsung malah berbanding terbalik, yaitu pengelolahan air limbah jadi air bersih (BRWO). " Awalannya pengelola Apartemen Green Bay bikin pemberitahuan penyesuaian tarif air (SWRO/pemrosesan air laut jadi air bersih. Gw lalu susuri, nyatanya air itu bukanlah SWRO, tetapi BRWO atau pengolaan air limbah jadi air bersih. Lantaran terasa dirugikan, gw melaporkan hal itu ke Polsek Penjaringan, " tutur Suhari pada merdeka. com, Rabu (23/3).

Sampai ada kaos sindiran buat Sonya 'Saya Anak Arman Depari'

Sonya Depari disinggung di sosial media. Banyak yang gemas lihat aksinya mengakui anak jenderal serta membentak-bentak Polwan. Mungkin saja diduga Sonya, miliki kerabat jenderal polisi dapat berbuat seenaknya. Namun jadi dia saat ini disinggung dikarenakan arogan. Bahkan juga ada meme kaos 'Saya Anak Arman Depari', Dapat dibuktikan Anti Tilang di Medan.

Sabtu, 16 April 2016

Siswa selundupkan ponsel ke ruang UN akan didiskualifikasi

Tindakan sama-sama contek lewat aplikasi pembicaraan digital Line, di kelompok pelajar di Yogyakarta memperoleh tanggapan keras dari Kepala Dinas Pendidikan DIY, Baskara Aji. Dia akan tidak mentolerir bila memanglah dapat dibuktikan ada siswa menyelundupkan hp ke ruangan Ujian Nasional, serta memakainya berbuat curang. " Telah dilarang tegas, kita bakal berikan sanksi bila memanglah ada dapat dibuktikan membawa handphone kedalam ruangan ujian. Sanksinya diskualifikasi dari ujian nasional, " kata Baskara waktu dihubungi lewat telpon, Kamis (7/4).

Berkaitan dengan pengaduan dari seseorang siswa ke Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta, pihaknya bakal berlaku kooperatif bila Ombudsman memerlukan info dari Dinas Pendidikan. " Kami siap menolong serta menerangkan bila Ombudsman memerlukan, " lebih Baskara. Ketua Ombudsman DIY, Budi Masturi, menyayangkan praktek kecurangan waktu UN berlangsung lagi di Yogyakarta. Hal semacam itu dikira jadi contoh jelek untuk dunia pendidikan di Yogyakarta. " Ini masalah pengawasan juga. Bagaimana dapat siswa menyelundupkan handphone? Atau memanglah ini ada pembiaran? Ini bakal kita dalami, sebab ada tanda-tanda bila memanglah pembiaran, bermakna sekolah juga ikut bertanggungjawab, " kata Budi. Budi memberikan pujian pada keberanian serta kejujuran siswa melaporkan kecurangan itu. " Dia melaporkan kecurangan ini lantaran integritasnya terasa terganggu dengan kecurangan itu. Ini dapat kita animo, " tutup Budi.

Dandim kena narkoba, Revisi UU Peradilan Militer harus dipercepat

Dandim 1408/BS Makassar, Kolonel Jefry Oktavian Rotti berbarengan Kepala Pusat Komando Ingindalian Operasi (Kapus Kodal Ops) Kodam VII/Wirabuana, Letkol BS digelandang ke markas Pomdam sesudah tertangkap basah pesta sabu, Rabu (6/4) awal hari sekitaran jam 00. 30 wita di satu diantara kamar atau room karaoke di lantai 12 Hotel D'Maleo berbarengan lima warga sipil. Operasi penangkapan di pimpin segera Kepala Staf Kodam (Kasdam) VII/Wirabuana, Brigjen TNI Supartodi. Anggota TNI tertangkap lantaran masalah narkoba tidaklah satu hal yang baru. Jauh hari terlebih dulu telah tidak terhitung berapakah banyak anggota TNI yang terperosok dalam kesenangan sebentar narkoba. Pengamat Militer Anton Aliabbas menyebutkan kebijakan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang mendorong pembersihan di badan TNI dari narkoba pantas diapresiasi. Sebab, prinsip dari Jenderal Gatot itu bisa memberi akses untuk Kepolisian serta BNN saat memperoleh info ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan TNI.

Tetapi, prinsip dari Jenderal Gatot itu tidak diimbangi dengan ketentuan hukum di lingkungan TNI yg tidak mencukupi, yakni terhalangnya revisi UU peradilan militer mengakibatkan sulitnya berikan hukuman optimal untuk beberapa prajurit yang ikut serta masalah barang haram itu. " Sampai kini, masalah narkoba di lingkungan TNI diakukan oleh peradilan militer. Harusnya, lantaran ini adalah pidana umum, masalah ini diakukan oleh peradilan umum, " kata Anton waktu dihubungi merdeka. com, Rabu (6/4). Anton menerangkan terkecuali lebih terbuka dengan peradilan sipil, jadi perlakuan masalah narkoba yang melibatkan prajurit TNI jadi lebih transparan. Terlebih, penyalahgunaan narkoba harusnya tidaklah dikira sebagai pidana enteng atau hukum disiplin. " Karenanya, baiknya masalah ini jadi momentum untuk percepatan penyelesaian kajian revisi UU peradilan militer, " kata Anton yang tengah meniti studi Doktoral Bagian Pertahanan serta Keamanan di Cranfield University, Inggris ini. Oleh karena itu, baiknya masalah ini jadi momentum untuk percepatan penyelesaian kajian revisi UU. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo harus juga mendorong dipercepatnya kajian revisi UU Peradilan Militer manfaat melanjutkan sistem reformasi di TNI. Anton menerangkan buka pintu untuk peradilan sipil untuk mengatasi masalah prajurit yang lakukan tindak pidana umum tidaklah bentuk pelemahan serta intervensi pada militer. Namun malah untuk menguatkan akuntabilitas serta bangun citra TNI yang tambah baik.

Kamis, 14 April 2016

Lepaskan penat usai UN, pelajar di Tangerang corat-coret seragam

Beberapa puluh pelajar di Kota Tangerang lakukan tindakan corat-coret seragam sekolah di Lokasi Pendidikan Cikokol, Kamis (7/4). Tindakan ini dikerjakan sesudah mereka usai melakukan Ujian Nasional (UN) di hari paling akhir. Satu diantaranya dikerjakan pelajar SMK Panca Karya Tangerang. Beberapa siswa serta siswi sekolah itu mencorat coret seragam putih abu-abu mereka dengan cat semprot kaleng beri warna dan spidol untuk sinyal tangan.

Friska, satu diantara siswi menyampaikan dianya turut lakukan tindakan corat-coret untuk merayakan selesainya proses UN. Walau hasil UN baru diumumkan satu bulan lalu. " Ya ngerayain saja. Habis lelah serta pusing berbulan-bulan belajar untuk ngadepin UN. Pada akhirnya usai juga, " kata Friska. Pelajar yang lain, Doni menyampaikan dianya optimis bakal lulus UN th. ini lantaran telah belajar giat serta lakukan persiapan dengan masak. " Terlebih saat ini hasil UN bukanlah lagi prasyarat paling utama kelulusan, namun prasyarat untuk masuk perguruan tinggi, " katanya.

Rabu, 13 April 2016

Para ABG malang dijadikan budak s*ks oleh keluarga sendiri

Anak adalah titipan Tuhan yang perlu dijaga sebaik-baiknya. Keluarga telah barang pasti jadi tempat yang paling aman untuk seseorang anak dari beberapa orang tidak di kenal. Rupanya, teori itu tak dan merta berlaku untuk segelintir anak yang malah memperoleh perlakuan tidak mengasyikkan, bahkan juga menjurus tak layak. Bagaimana tak, di pelbagai belahan dunia ada saja orang-tua yang buang anaknya atau jadi jadikan buah hatinya sebagai budak s*x.

Dalih himpitan ekonomi, orang-tua bahkan juga ibu yang melahirkan malah berbuat sekian pada anaknya sendiri. Seperti yang menerpa seseorang ABG (Anak Baru Gede) di Jakarta. Di usianya yang baru mencapai 15 th., ia dipaksa ibunda untuk menikah dengan bos judi yang telah berusia 37 th.. Halim Jeperson mengikuti gadis 15 th. melaporkan orangtuanya ke Polda Metro Jaya. Pada Halim, si gadis itu bercerita semua, termasuk juga latar belakang pernikahan paksaan ini. Bila dari korban itu permasalahan ekonomi, namun kita kan tidak tahu dari ibunya, kan belum di check, " tuturnya waktu dihubungi merdeka. com, Jakarta, Selasa (5/4). Dia menyampaikan, pernikahan paksaan ini bukanlah lantaran orang-tua terbelit utang namun lantaran aspek ekonomi keluarga. Namun masih tetap saja tak dibenarkan. " Apa pun ceritanya ini kejahatan anak, " tegasnya. Si gadis tak dapat menyanggah perintah orangtuanya sampai pada akhirnya pernikahan itu berjalan pada 28 Februari 2016. Sesudah menikah, hidup si gadis nyatanya lebih menanggung derita. Akses serta komunikasi dengan keluarga dibatasi suaminya yang nyatanya telah mempunyai istri serta anak. " Usai nikah dia kan telah rumah tangga, selalu tidak nyaman tinggal sendri di apartemen, ruangan gerak dibatasi, ketemu keluarganya (kakaknya) dilarang. Lantaran dilarang itu jadi tersingkaplah ke umum ini, " tuturnya. Sejak dinikahi, korban cuma didapati suaminya tersebut di malam hari. Itupun si suami tak bermalam. Korban cuma jadikan budak s*x dimana selesai 'menggauli' korban, ia bakal segera pergi.

Selasa, 12 April 2016

Sebelum dibunuh, suami ajak Arini 2 kali bersetubuh & mandi bareng

Untuk lengkapi berkas perkara, deretan Satreskrim Polresta Palembang mengadakan rekonstruksi pembunuhan Arini (39) yang dikerjakan oleh suaminya sendiri, Amirudin (52), Senin (28/3) lantas. Rekonstruksi dikerjakan sejumlah 41 adegan di Penginapan Pipit, Jalan Pipit I, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, Kamis (7/4). Dalam rekonstruksi tersingkap keduanya setuju menyewa kamar di penginapan itu untuk terkait intim. Terlebih dulu, tersangka menjemput korban memakai sepeda motor di tempat tinggalnya, Jalan Ramakasih, Kelurahan 5 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II.

 Sesampai di tempat, suami istri yang tengah pisahlah ranjang itu lakukan jalinan tubuh sampai 2 x. Lalu, keduanya mandi berbarengan di kamar mandi dalam kamar nomer 11. Waktu terlibat perbincangan ditempat tidur, keduanya pernah pertikaian mulut serta berbuntut dengan perkelahian fisik. Tersangka serta korban sama-sama mencekik serta mencakar. Perkelahian ini karena tersangka cemburu istri keduanya itu jalan dengan pria lain. Unggul dalam kemampuan, tersangka sukses melumpuhkan korban. Tersangka menjerat leher korban dengan tali yang disediakan dari tempat tinggal. Waktu itu juga, tersangka membenturkan kepala korban ke dinding kamar sampai tewas. Lantas, jasad korban digantung dalam almari tanpa ada pintu. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengungkap, dalam rekonstruksi ini alami menambahkan adegan jadi 41 berdasar pada hasil kontrol. Adegan penambahan itu seperti keduanya mandi berbarengan serta tersangka memberi duit sebesar Rp 200 ribu sebelumnya pembunuhan.

 " Dalam pra rekonstruksi tempo hari ada 33, rekon saat ini ada 41, " ungkap Maruly. Seperti sangkaan awal, kata dia, motif pembunuhan itu karena tersangka dendam serta sakit hati pada korban yang pernah jalan berbarengan pria lain walau status pernikahan mereka belum cerai. " Kita gunakan pasal berlapis, yaitu Pasal 338, 339 serta 340 KUHP dengan ancaman penjara seumur hidup sampai hukuman mati, " ujarnya. Di ketahui, pengelola serta penghuni penginapan Pipit di Jalan Pipit I, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang, digemparkan dengan penemuan mayat seseorang wanita tanpa ada jati diri tergeletak didalam almari satu diantara kamar dengan leher bergantung seutas tali, Senin (27/3). Korban pertama kalinya diketemukan pegawai penginapan, Helda yang menyimpan berprasangka buruk dengan nada gaduh hingga berupaya mengetuk pintu kamar. Tidak ada jawaban, Helda mengintip dari balik jendela serta temukan korban telah tewas dalam almari tidak berpintu. Waktu diketemukan, korban kenakan pakaian garis-garis hitam putih serta celana panjang hitam. Di badan korban tampak bercak darah yang masihlah basah. Terlihat juga ceceran darah di sprei serta bantal kamar. Dari dalam kamar, diketemukan sebagian helai baju ubah punya korban serta sebagian lembar duit pecahan Rp 50 ribu dan satu botol air mineral. Jasad korban dibawa ke kamar mayat RSMH Palembang untuk diotopsi. Sebelumnya diketemukan tewas, korban check in berbarengan rekan prianya berinisial AM. Tetapi, AM lebih dahulu check out dengan cepat-cepat pergi satu jam terlebih dulu. Jati diri korban baru di ketahui sesudah keluarga mendatangi kamar mayat RSMH serta Polresta Palembang. Korban bernama Arini (39), janda yang tinggal di Jalan Ramakasih I, Kelurahan 5 Ilir, Ilir Timur II, Palembang.

Senin, 11 April 2016

Praperadilan La Nyalla, Soekarwo disebut ikut tandatangan dana hibah

Dalam sidang tuntutan praperadilan diserahkan tersangka masalah sangkaan korupsi dana hibah Kadin Jawa timur, La Nyalla Mahmud Mattalitti, ada kenyataan yang menarik. Waktu Kejaksaan Tinggi Jawa Timur membacakan respon jawaban dari pemohon di Pengadilan Negeri Surabaya, menyebutkan nama Gubernur Jawa Timur Soekarwo turut tandatangani dana hibah Kadin pada th. 2009 silam.

" Sesudah di setujui proposal hubungan kerja. Pemprov Jawa timur dengan cara teratur memberi aliran dana hibah ke Kadin Jawa timur dengan cara teratur, dari th. 2011 sampai 2014, " jelas Achmad Fauzi Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, waktu membacakan respon di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (6/4). Sesudah dana cair, pada 6 Juli th. 2012, ada sangkaan penyelewengan dana hibah Pemprov yang didapatkan pada Kadin Jawa timur. Kalau ada pengalihan dana sekitaran Rp 5, 3 miliar, disangka ditransfer ke rekening pribadi La Nyalla Mahmud Mattalitti. Duit itu, dipakai untuk beli saham Initial Public Offering (IPO) Bank Jati atas nama La Nyalla sejumlah 12. 340. 500 lembar. Saat di bln.

 Februari th. 2013, saham yang dibeli Ketua Umum PSSI itu di jual kembali. " Penjualan sepanjang itu, pemohon memperoleh keuntungan Rp 1, 105 miliar. Semestinya duit untuk beli saham serta keuntungan itu yaitu punya negara. Jadi, menyebabkan kerugian negara totalnya Rp6, 4 miliar, " ucapnya. Satu diantara kuasa hukum La Nyalla, Soemarso, mengaku bila ada pembelian saham IPO. Tetapi, saham itu dikerjakan oleh dua terdakwa yang telah melakukan sidang serta hukuman yaitu Diar Kusuma Putra serta Nelson. Keduanya juga telah membayar kerugian negara. " Jadi, pembelian saham itu Pak La Nyalla tak tahu apa pun. Terlebih namanya itu dipakai untuk lakukan transaksi dalam pembelian saham IPO, " tandas Soemarso.

Minggu, 10 April 2016

Sakit tak kunjung sembuh, petani nekat gantung diri di pohon durian

Disangka depresi akibat menanggung derita penyakit saraf yang tidak kunjung pulih, I Ketut Janten (54) nekat mengakhiri hidupnya lewat cara gantung diri. Pria berprofesi sebagai petani diketemukan tidak bernyawa di ladang kepunyaannya di Banjar Umapoh, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (7/4). Anak korban, I Made Dirgayusa (13) waktu akan menuai cabai serta durian di ladang saat itu juga kaget merasakan sang bapak telah bergantung di pohon durian memakai seutas tali plastik berwarna biru. Waktu itu juga dianya berteriak memohon tolong pada warga sekitaran.

 " Kami tak menganggap bila ayah senekat itu. Awalannya adik gw waktu itu ingin menuai cabai serta durian namun jadi lihat ayah bergantung, " tutur Ni Wayan Padmawati, anak pertama korban.. Menurut Padmawati, pada Kamis pagi, dia masihlah berjumpa sang bapak serta pernah terlibat perbincangan, tetapi sekitaran jam 07. 00 WITA, korban pamitan pada Padmawati lantaran bakal pergi ke ladang panen durian yang telah masak. " Gw tak menganggap itu pertemuan kami yang paling akhir, " paparnya. Kapolsek Baturiti, AKP Heri Supriawan yang di konfirmasi terpisah membetulkan tentang momen itu. Dianya menyampaikan kalau dari hasil kontrol tak ada sinyal tanda kekerasan pada badan korban serta korban diprediksikan wafat dunia 30 menit sebelumnya diketemukan. Sedang untuk motif korban nekat gantung diri disangka lantaran depresi akibat sakit saraf yang terkena mulai sejak satu tahun akhir-akhir ini. " Pihak keluarga menampik untuk dikerjakan otopsi serta keluarga korban berasumsi momen itu sebagai musibah, " terangnya.

Sabtu, 09 April 2016

Pegiat konservasi butuh 3 tahun bersihkan jerat tali di tubuh badak

Satu individu spesies badak Sumatera yang hidup di rimba di kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, mati akibat luka infeksi jerat tali di kakinya, 5 April 2016 lantas. Tak tutup peluang, kehadiran badak di Kutai Barat, dalam perburuan. Dalam 3 th. paling akhir ini, pegiat konservasi badak, sudah bersihkan tak kurang 500 jerat tali di rimba, tempat penemuan badak itu. Merdeka. com coba bertanya lebih jauh ada jerat tali, yang mengakibatkan badak itu pada akhirnya mati akibat infeksi luka jerat. Sebab, mustahil tali itu ada di rimba, tanpa ada dipasang berniat oleh manusia. Ditambah lagi, rekaman kamera trap ada badak di Kutai Barat, telah mencuat mulai sejak 2013 lantas. Lalu, mungkinkah ada pelaku perburuan badak di Kutai Barat? Dalam pembicaraan Rabu (6/4) malam, Koordinator Konservasi Badak Nasional-WWF Indonesia, Yuyun Kurniawan menerangkan, tingkat perburuan badak dengan cara global, memanglah masihlah cukup tinggi. " Tetapi dengan cara lokal, di Kalimantan terutama di Kutai Barat, berburu masihlah jadi langkah tradisional orang-orang, untuk berburu apa pun. Hasil perburuan, memanglah untuk mengkonsumsi serta dari rimba, itu realistis, " kata Yuyun. Berkaitan ada tidaknya perburuan cula badak, mengingat badak Sumatera di Kutai Barat ini yaitu badak bercula dua, menurut Yuyun masihlah butuh didalami lebih jauh. Akan tetapi, jika diliat dari segi peralatan yang dipakai, umpamanya berbentuk jerat tali, tak diperuntukkan untuk perburuan badak. " Talinya masihlah tali tradisional.

Bukanlah spesial untuk berburu badak, seperti di Sumatera. Sesudah terpublikasi ada badak di Kutai Barat, perburuan masihlah lewat cara seperti itu (memakai jerat tali), " tutur Yuyun. Dia menerangkan, WWF berbarengan KLHK serta tim konservasi satwa yang lain lalu bergegas memperhitungkan, untuk lakukan penyelamatan badak di Kutai Barat, pasca temuan badak yang terekam kamera trap. Salah satunya, lakukan pembersihan beberapa ratus jerat tali di rimba penemuan badak. " Kita pikirkan untuk mengamankan badak dari perburuan. Kita kerjakan patroli, sosialisasi ke orang-orang lokal, tingkatkan monitoring giat perburuan satwa, " katanya. " Jadi satu tantangan sendiri dalam giat konservasi badak ini, berkomunikasi dengan orang-orang lokal. Tak dapat dan merta mengemukakan pada orang-orang, atas nama hukum. Butuh juga pertimbangan aspek sosialnya, " jelas dia. Di tanya lebih jauh berkaitan tanggapan orang-orang setempat, menurut Yuyun, orang-orang lokal begitu bangga ada badak di Kalimantan. Sebab, dengan cara sejarah narasi turun temurun, beberapa orang-orang tahu ada badak di Kalimantan. Bahkan juga ada yang pernah lihat badak di rimba dengan cara segera. " Orang-orang mengharapkan, ada badak di Kutai Barat, dapat dipertahankan, " sebut Yuyun. Dengan cara bhs verbal yang di sampaikan orang-orang, selama ini orang-orang belum tunjukkan ketertarikannya untuk berburu badak. Terkecuali mereka yakini, berburu badak tidaklah pekerjaan gampang, juga badak mereka yakin sebagai 'penjaga' rimba yang bikin mereka takut untuk memburunya. " Namun kita tak bisa lengah. Tetapi di segi lain di rasa sia-sia jika badak tak diburu, namun rimba tak dijaga, " ungkap Yuyun. Kembali di tanya lebih jauh, ada tidaknya kecemasan pegiat serta petugas konservasi badak, mengingat ada 2 hal utama perburuan baik dikerjakan orang-orang lokal, ataupun pihak luar yang inginkan cula badak serta berikan gaji tinggi untuk orang-orang untuk berburu badak, Yuyun tak menepisnya. " Itu yang kita cemaskan.kuatirkan, ada bayaran untuk berburu. Potensi itu tetaplah ada, tetaplah kita tak bisa lengah. Bahasan verbal orang-orang yg tidak tertarik atau takut berburu badak, tak jadi argumen untuk kami, tidak untuk menghadapi peluang ada perburuan. Baik dari orang-orang lokal, ataupun dari luar yang mengincar cula badak, " pungkas Yuyun.

Sopir angkot di Jembrana diciduk saat asyik hisap sabu di hotel

Dyuhri (38), Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, haus terima nasib sial. Telah pusing tujuh keliling cari tempat buat gunakan narkoba type sabu, dia saat ini mesti bertemu dengan polisi. Kesehariannya cuma bekerja sebagai sopir angkot.

Tetapi, untuk penuhi keinginan hisap sabu, dia sangat terpaksa menyewa kamar hotel. Tempat ini dikira Dyuhri sebagai tempat paling aman. Sayangnya dia tidak paham kalau polisi sudah membuntutinya. Sesudah asik hisap sabu, Dyuhri pada akhirnya diciduk. Dia di tangkap seseorang diri didalam kamar sewaannya. Polisi juga mengamankan tanda bukti satu paket sabu habis gunakan.

Tidak mengajar hampir 2 bulan, dosen Universitas Mulawarman hilang

Desiana (45), seseorang dosen Fakultas Pertanian di Kampus Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur, nyaris dua bln. paling akhir ini tak masuk mengajar. Terakhir dia diberitakan menghilang. Keluarganya selalu mencari tahu kehadiran dosen wanita kelompok III-D itu. Pihak Fakultas Pertanian mencatat, sepanjang bln. Februari 2016 lantas, Desiana cuma masuk universitas sembilan kali. Sesaat di bln. Maret 2016 lantas s/d sekarang ini, dia tak pernah masuk universitas meskipun. Tak ada yang tahu keberadaannya. Hpnya juga telah tak aktif. " Kami nilai dia (Desiana) menyingkirkan diri. Beberapa dosen, bila ada aktivitas diluar, tentu melaporkan ke fakultas. Namun ini tak. Agak mengherankan, " kata Wakil Dekan II Fakultas Pertanian Kampus Mulawarman, Awang Yusrani, pada wartawan di gedung Fakultas Pertanian, Jalan Paser Belengkong, kompleks Kampus Mulawarman, Samarinda, Kamis (7/4). Pengajar di Fakultas Pertanian juga di buat bertanya-tanya mengenai kehadiran Desiana sesungguhnya, termasuk juga rekan-rekannya yang tinggal di mess dosen. Hilangnya Desiana juga telah di sampaikan pada keluarganya di Balikpapan. " Keluarganya juga kaget. Tidak paham juga keberadaannya.

Info paling akhir, telah dilaporkan ke kepolisian di Balikpapan. Bila tak ada tindak lanjut, bakal lapor ke Polda (Polda Kalimantan timur di Balikpapan), " tutur Awang. Sehari-harinya sang dosen menurut Awang, berkepribadian tertutup dengan rekanan sesama dosen di fakultas. Akan tetapi, pada mahasiswa, yang berkaitan seperti dosen biasanya serta termasuk juga dosen yang teratur. " Dia tak pernah menceritakan, bila mungkin saja ada permasalahan. Di fakultas, dia tak pernah punya masalah. Tak ada tanda-tanda aneh, kok mencolok hilang seperti ini? " ucap Awang. " Bila dalam pemberian materi pada mahasiswa, bagus saja. Memberi tuntunan serta praktek, bagus saja. Telephone selularnya telah tak dapat dihubungi, " lebih Awang. Walau sekian, Awang menyebutkan pihak fakultas tak segera berikan sanksi pada Desiana. Sebab, hal semacam itu harus dilewati dengan cara prosedural. " Kami telah berikanlah surat peringatan (SP) pertama. Bila telah 3 kali SP, tetaplah tak di ketahui keberadaannya, baru kami bakal lapor ke rektorat. Namun kami juga bingung ingin tunjukkan SP itu ke mana, " tutup Awang.