Rabu, 20 April 2016

Menhan sebut Abu Sayyaf yang sandera 10 WNI kelompok kurang makan

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyampaikan, grup yang menyandera 10 Warga Negara Indonesia (WNI) adalah grup yang kekurangan makanan. Hal semacam itu dikarenakan grup Abu Sayyaf memohon tebusan sebesar 50 Juta Peso atau setara dengan Rp 14, 3 miliar. " Grup Abu Sayyaf itu bukanlah satu, dia bertebaran. Grup, grup serta grup. Lalu grup yang disana, grup yang kering, yang kurang makan, itu permasalahan perut lah kurang lebih demikian, " tutur Ryamizard di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4).

Seperti yang sudah di sampaikan terlebih dulu, pemerintah telah mempersiapkan uang tebusan sesuai sama keinginan grup Abu Sayyaf mengingat tenggat saat penyerahan duit tebusan itu jatuh pada Jumat (8/4) besok. " Ya kan, masihlah besok (tenggat saat duit tebusan). Kelak malam tak tahu mungkin saja diundur lagi (tenggat waktunya) bakal kami dengarkan. Namun masihlah step negosiasi. Negosiasi itu kan, dapat mundur-mundur ya.

 Jadi gw berharap negosiasi itu bagus, " papar dia. Meski uang tebusan telah disediakan, Menhan menyatakan, uang itu bukanlah punya negara. Dia tak menerangkan dengan cara detil, dari tempat mana sumber duit yang disiapkan pemerintah untuk menebus 10 WNI yang disandera. " Pokoknya yang pasti bukanlah duit negara, " selesainya. Selama ini, pemerintah tengah lakukan sistem negosiasi dengan pihak Filipina. " Saat ini kami tengah ada pada step diplomasi serta negosiasi. Semoga ini yang paling baik ya, " kata Ryamizard. Dikatakannya, pemerintah memperhitungkan meniti jalur militer untuk membebaskan 10 WNI itu. Sistem diplomasi dikira langkah bijak yang dikerjakan Indonesia. " Lantaran bila dengan aktivitas militer kan, ada efeknya yang mati kelak. Bila yang mati terorisnya tidak ada permasalahan. Nah, bila yang mati rakyat kita kan, disayangkan. Kita tunggulah saja, " terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar