Minggu, 10 April 2016

Sakit tak kunjung sembuh, petani nekat gantung diri di pohon durian

Disangka depresi akibat menanggung derita penyakit saraf yang tidak kunjung pulih, I Ketut Janten (54) nekat mengakhiri hidupnya lewat cara gantung diri. Pria berprofesi sebagai petani diketemukan tidak bernyawa di ladang kepunyaannya di Banjar Umapoh, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Kamis (7/4). Anak korban, I Made Dirgayusa (13) waktu akan menuai cabai serta durian di ladang saat itu juga kaget merasakan sang bapak telah bergantung di pohon durian memakai seutas tali plastik berwarna biru. Waktu itu juga dianya berteriak memohon tolong pada warga sekitaran.

 " Kami tak menganggap bila ayah senekat itu. Awalannya adik gw waktu itu ingin menuai cabai serta durian namun jadi lihat ayah bergantung, " tutur Ni Wayan Padmawati, anak pertama korban.. Menurut Padmawati, pada Kamis pagi, dia masihlah berjumpa sang bapak serta pernah terlibat perbincangan, tetapi sekitaran jam 07. 00 WITA, korban pamitan pada Padmawati lantaran bakal pergi ke ladang panen durian yang telah masak. " Gw tak menganggap itu pertemuan kami yang paling akhir, " paparnya. Kapolsek Baturiti, AKP Heri Supriawan yang di konfirmasi terpisah membetulkan tentang momen itu. Dianya menyampaikan kalau dari hasil kontrol tak ada sinyal tanda kekerasan pada badan korban serta korban diprediksikan wafat dunia 30 menit sebelumnya diketemukan. Sedang untuk motif korban nekat gantung diri disangka lantaran depresi akibat sakit saraf yang terkena mulai sejak satu tahun akhir-akhir ini. " Pihak keluarga menampik untuk dikerjakan otopsi serta keluarga korban berasumsi momen itu sebagai musibah, " terangnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar